Jumat, 23 Maret 2012

Tugas IBD Bab2

TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
BAB  II

TEMA
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40


SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J




1.              Unsur-unsur yang membangun manusia
           
                        Manusia merupakan makhluk yang unik, berbeda dengan makhluk yang lain karena dilengkapi dengan akal dan pikiran untuk bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Dalam ilmu eksakta manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki manusia (ilmu kimia). Atau juga manusia dipandang sebagai kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika).
Dalam lingkup hubungannya dengan manusia lain, pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri atau membutuhkan bantuan orang lain untuk kelangsungan hidupnya.
Secara umum manusia terdiri dari fisik dan ruh atau jiwa yang menggerakkannya.
a.       Fisik
Fisik atau jasad merupakan badan kasar manusia seperti tangan, kaki, kepala, organ tubuh bagian dalam,dll. Yang secara fisika menempati ruang dan waktu.
b.      Ruh
Secara fisik ruh tidak terlihat namun dapat dirasakan keberadaannya. Ruh inilah yang berperan penting menuntun emosi manusia merasakan senang, sedih, kecewa, tenang, dan lain-lain.
Baik fisik maupun ruh terhubung satu sama lain, contohnya ketika kita sedang bersedih, kecewa atau putus asa maka kondisi fisik seseorang menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit.
                       

2.              Hakekat manusia

a.      Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT
Berdasarkan Teori Penciptaan, manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT. Manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri ataupun tercipta hasil dari sebuah evolusi dari makhluk lain. Oleh karena itu manusia sejatinya mempunyai tugas dimuka bumi yaitu menyembah Allah SWT dan sebagai khalifah yang memakmurkan bumi.
b.      Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, dibandingkan dengan makhluk lainnya
Dengan dilengkapi akal, pikiran, perasaan yang ada dalam jiwanya maka manusia bisa menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu juga digunakan untuk bisa membedakan antara kebaikan dan kejahatan yang membedakannya dengan makhluk yang lain.
Selain itu manusia juga mempunyai perasaan-perasaan yang hanya dimiliki olehnya antara lain:
Ø  Perasaan intelektual
Yaitu yang berkenaan dengan pengetahuan.
Ø  Perasaan estetis
Perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
Ø  Perasaan etis
Perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
Ø  Perasaan diri
Perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
Ø  Perasaan sosial
Perasaan yang berkenaan dengan hidup bermasyarakat.
Ø  Perasaan religius
Perasaan yang berkenaan dengan kesadaran tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa.
c.       Manusia merupakan makhluk hayati yang budayawi
Sebagai makhluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikologi, patologi, genetika dan sebagainya. Sedangkan dari segi budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, bahasa dan sebagainya.
                 
3.              Kepribadian Bangsa timur

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat berdiri sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, baik untuk kebutuhan hidup maupun kebutuhan sosial dalam bermasyarakat. Hal ini sangat ditekankan sekali oleh bangsa timur yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kekerabatan serta gotong royong. Hal ini berbeda dengan masyarakat barat yang cenderung individualis. Oleh karena itu dalam beberapa hal bangsa timur dan bangsa barat mempunyai perbedaan pandangan. Contohnya masyarakat barat cenderung individualis dan fokus pada diri mereka sendiri sedangkan bangsa timur suka berkelompok terutama dalam hal kekerabatan sehingga ada sebuah pepatah yang mengatakan “Makan gak makan asal kumpul” yang menunjukkan kuatnya ikatan diantara mereka. Tentunya hal ini membawa efek negatif maupun positif.

4.              Pengertian Kebudayaan, Unsur-Unsur Kebudayaan
Secara umum pengertian budaya adalah segala sesuatu yang dihasilkan akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya atau segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.
Ada juga beberapa pendapat tentang pengertian kebudayaan. Diantaranya :
a.       E.B Tylor (seorang antropolog)
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, keprcayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
b.      Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi
Semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
c.       Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
d.      Koentjaraningrat
Keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.        Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
§  alat-alat teknologi
§  sistem ekonomi
§  keluarga
§  kekuasaan politik
2.                   Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
§  sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
§  organisasi ekonomi
§  alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
§  organisasi kekuatan (politik)
           
            Sedangkan menurut C.Kluckhohn ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu :
1.    Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2.    Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
3.    Sistem Pengetahuan
4.    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5.    Sistem Teknologi dan Peralatan
6.    Bahasa
7.    Kesenian

5.              Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
§     Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
§     Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
§     Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

6.              Orientasi Nilai Budaya
Berdasarkan kerangka khuckhohn ada 5 masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia.
1)      Hakekat hidup
Orientasi nilai budaya : hidup itu buruk, hidup itu baik, hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup menjadi baik.
2)      Hakekat Karya
Orientasi nilai budaya: karya itu untuk nafkah hidup, kedudukan, kehormatan dan sebagainya.
3)      Persepsi manusia tentang waktu
            Orientasi nilai budaya: orientasi ke masa depan, orientasi ke masa lalu.
4)      Pandangan manusia terhadap alam
Orientasi nilai budaya: Manusia tunduk kepada alam, manusia berusaha menjaga keselarasan alam, manusia berhasrat menguasai alam.
5)      Hakekat hubungan sesama manusia
Orientasi nilai budaya: rasa ketergantungan pada sesamanya, ketergantungan pada tokoh-tokoh, individualisme.



7.              Perubahan Kebudayaan
Perubahan budaya adalah sebuah gejala berubahnya pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

8.              Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Antara manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat, manusia sebagai  perilaku kebudayaan atau subjek sedangkan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Hubungan ini bersifat dialektis atau saling terikat satu sama lain, yang tercipta melalui beberapa tahapan:  
1)      Eksternalisasi
Yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2)      Obyektivasi
Yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3)      Internalisasi
Yaitu proses dimana manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.



Referensi
1.      Nugroho, widyo and achmad muchji. 1996, Seri Diktat Kuliah, Ilmu Budaya Dasar. universitas gunadarma.
3.      http://id.wikipedia.org/

Tugas IBD Bab1

TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
BAB  I

TEMA
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI SALAH SATU
MATA KULIAH DASAR UMUM
  
 NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40


SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J




1.              Pengertian, Tujuan, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
            Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial berdasarkan pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial. Ilmu sosial dasar bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial dan juga bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena ilmu sosial dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Ilmu Sosial dasar diberikan di perguruan tinggi untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial sehingga mahasiswa bisa lebih tanggap dan peka terhadap lingkungannya.
llmu sosial (Inggris:social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat. IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP) karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu social.
           
2.              Jelaskan perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

            Perbedaannya :
a)      Ilmu Sosial Dasar diberikan di perguruan tinggi, sedangkan ilmu pengetahuan sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP)
b)      Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
Persamaannya:
a)      Merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran;
b)      Keduanya dalam disiplin ilmu yang berdiri sendiri;
c)      Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial
Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar adalah:
1.      Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masala-masalah sosial dalam masyarakat.
2.      Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
3.      Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks
4.      Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka untuk menangani masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Tujuan dari Ilmu Pengetahuan Sosial :
1.   Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat    dan lingkungannya. Untuk mencapai kedalaman analisis terhadap persoalan ini, maka dalam kegiatan pembelajaran perlu disajikan media visual baik media AVA maupun media pembelajaran langsung agar siswa dapat memahami kehidupan masyarakat dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan masyarakat lain.
2.   Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. Pencapaian tujuan ini dapat diperoleh siswa jika dalam kegaitan pembelajarannya menggunakan pendekatan Pembelajaran Problem Solve, yang musti didukung oleh data-data  persoalan persoalan kemasyarakatan melalui media Visualisasi seperti gambar, film dan sejenisnya
3.   Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Penumbbuhan kesadaran dan komitmen terhadap nilai sosial ini mustahil dapat tercapai jika siswa tidak mengalami langsung obyek pembelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial kemasyarakatan, seperti dengan menampilkan kondisi sosial yang membutuhkan perhatian dan apresiasi yang positif dari siswa.
4.   Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Kemampuan berkomunikasi siswa akan dapat di asah sedemikian rupa yang lahir dari pengenalan, pengetahuan dan informasi data yang diperoleh melalui media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial agar mereka dapat memiliki kemampuan bersosialisasi, bekerjasama dalam konteks lokal dan global.

3.              Ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar
          Ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial yang berupa:
Ø  Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
Ø  Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial
Ø  Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial
  Pembahasan Ilmu Sosial Dasar antara lain:
1)      Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan;
2)      Masalah individu, keluarga dan masyarakat;
3)      Masalah pemuda dan sosialisasi;
4)      Masalah hubungan antara warga negara dan negara;
5)      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat;
6)      Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat perdesaan;
7)      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi;
8)      Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.



           


Referensi
1.      Nugroho, widyo and achmad muchji. 1996, Seri Diktat Kuliah, Ilmu Budaya Dasar. universitas gunadarma.