Rabu, 13 Juni 2012

Tugas IBD Bab7


ILMU BUDAYA DASAR

BAB VII
MANUSIA DAN KEADILAN

















NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J







BAB VII MANUSIA DAN KEADILAN



A.   PENGERTIAN KEADILAN
Menurut aristoteles keadilan merupakan kelayakan dalam tindakan manusia. Maksudnya pertengahan atau titik tengah antara dua titik. Misalnya jika dua orang mempunyai kesamaan dalam ukuran yang ditetapkan maka masing-masing harus menerima benda atau hasil yang sama. Sedangkan menurut Plato keadilan diproyeksikan pada diri manusia, sehingga orang yang adil adalah orang yang bisa mengendalikan diri.
Secara umum keadilan merupakan pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan tidak selalu harus sama rata, misalnya dua orang anak yang berbeda usia dan berbeda sekolah tentu tidak boleh disamakan uang jajannya. Masing-masing harus diberi sesuai kebutuhan anak tersebut. Ataupun ketika kita menuntut kenaikan upah dan kesejahteraan maka kita juga harus meningkatkan prestasi kerja sehingga terjadi keseimbangan antara hak dan kewajiban baik dari pekerja maupun pengusaha.

B.   KEADILAN SOSIAL
Keadilan sosial merupakan dambaan setiap manusia. Karena dengannya bisa dijamin hak dan martabatnya sebagai manusia yang merdeka bebas dari tekanan pihak lain. Dalam pancasila keadilan sosial menempati sila kelima yaitu ”Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Yang berarti bahwa setiap warga negara indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi dan kebudayaan. Contohnya adalah keadilan sosial dalam ekonomi dapat mencapai kemakmuran yang merata.
Keadilan sosial tidak mungkin tercapai tanpa kerjasama semua pihak untuk mewujudkannya. Setiap warga negara indonesia hendaknya senantiasa bersikap dan bertindak seperti:
1.     Perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
2.     Senantiasa bersikap adil terhadap sesama dan menghormati hak-hak orang lain.
3.     Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam setiap kesempatan.
4.     Menghargai hasil karya orang lain.
Ada berbagai macam langkah untuk mencapai keadilan sosial karena ada berbagai macam aspek yang menyangkut hajat hidup orang banyak diantaranya adalah:
1.     Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok.
2.     Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.     Pemerataan pembagian pendapatan.
4.     Pemerataan kesempatan kerja.
5.     Pemerataan kesempatan berusaha.
6.     Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
7.     Pemerataan penyebaran pembangunan ditanah air.
8.     Pemerataan pembagian hasil kekayaan alam suatu daerah.


C.   BERBAGAI MACAM KEADILAN
1.   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Keadilan legal atau keadilan moral merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Jika masyarakat menjalankan fungsinya secara baik maka keadilan akan tercipta namun jika orang mencampuri tugas orang lain dan menjalankan urusan yang tidak cocok baginya maka ketidakadilanpun tercipta. Sehingga menciptakan terjadinya pertentangan dan ketidakserasian antara pihak satu dan pihak lainnya yang mengakibatkan perpecahan dalam suatu negara.
2.   Keadilan Distributif
Keadilan distributif merupakan keadilan yang akan terjadi manakala hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan begitu juga sebaliknya atau “justice is done when equals are treated equally”. Sebagai contoh dua orang kakak beradik yang berbeda umur dan berbeda sekolah. Si kakak bersekolah SMP sedangkan adik bersekolah di SD. Pada saat orang tua memberikan uang jajan maka harus dibedakan antara keduanya. Jika sang kakak mendapat 10 ribu rupiah maka si adik 5 ribu rupiah atau disesuaikan kondisi keuangannya. Karena kebutuhan antara sang kakak dan adik tentu berbeda. Si kakak bersekolah lebih lama yang tentunya membutuhkan energi lebih banyak dan juga keperluan sekolahnya yang lebih komplit.
3.   Keadilan Komutatif
Keadilan komutatif merupakan keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Karena menurut aristoteles keadilan merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Sehingga segala tindakan dan perilaku yang ekstrim dan anarkis menjadikan ketidakadilan dan bisa menghancurkan pertalian dalam masyarakat. Keadilan seperti ini lebih menekankan pada hak dan kewajiban setiap orang supaya terpenuhi secara proporsional sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam masyarakat.

D.   KEJUJURAN
Kejujuran adalah sesuatu yang dikatakan seseorang dengan hati nuraninya sesuai dengan kenyataan yang ada. jujur juga berhubungan dengan perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Contohnya menepati janji, seseorang yang menepati janji berarti dia telah jujur karena perkataan dan perbuatannya terbukti tepat.
Kejujuran merupakan modal dasar bagi setiap manusia dalam hidup bermasyarakat. Karena dengan kejujuran sangat diperlukan dalam berhubungan dengan manusia seperti berdakwah, berdagang, bekerja, berbicara, dan sebagainya. Tanpa kejujuran mustahil masyarakat akan merasa aman satu dengan yang lainnya bahkan tanpa kejujuran sebuah masyarakat bisa berperang satu sama lain. Pepatah mengatakan orang bodoh yang jujur lebih baik daripada orang pandai yang lancung/tidak jujur.
Perilaku jujur erat kaitannya dengan iman dan akhlaq seseorang terhadap agamanya. Seseorang yang kuat agamanya dia cenderung akan hidup jujur. Karena keyakinannya bahwa apapun perbuatan dan tingkah lakunya ada malaikat yang mencatat dan Allah yang mengawasi. Semua perbuatan tersebut kelak akan dipertanyakan dihari akhir sehingga tidak ada celah baginya untuk mengelak. Oleh karena itu dia akan sangat berhati-hati dan menjaga kejujurannya meskipun ketika dia ingin berbuat curang tidak ada manusia yang melihat perbuatannya.
Banyak hal yang menyebabkan manusia berbuat tidak jujur namun sebagian besar karena lemahnya iman seseorang sehingga merasa bebas berbuat apapun. Kemiskinan dan keterpaksaan juga seringkali dijadikan alasan untuk berbuat curang. Dan yang lebih parah lagi karena rasa tamak, rakus pada kekayaan, kekuasaan yang membuatnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Terlebih dizaman modern ini dimana individualisme serta hedonisme mewabah yang menjadikan masyarakat semakin tipis urat malunya demi mencapai kepuasannya sendiri.
Sebagaimana batu permata yang sulit didapat, kejujuran juga merupakan barang langka sekarang ini. Kejujuran ibarat mutiara yang tersimpan dalam kerang terpendam dalam pasir didalamnya lautan. Bahkan kita dapati orang yang jujur itu seolah-olah orang yang aneh tidak biasa bahkan dilecehkan. Apalagi jika menyangkut kekuasaan dan harta benda, manusia bahkan bisa melampaui batas dengan tidak jujur pada diri sendiri. Banyak kita saksikan para pemimpin yang jika dia mau jujur dia tentu tidak akan menjadi pemimpin karena kemampuannya yang terbatas. Namun dengan segala upaya dia bisa juga jadi pemimpin apalagi dinegara ini uanglah yang berbicara.

E.   KECURANGAN
Lawan dari kejujuran adalah kecurangan atau ketidakjujuran ataupun kelicikan. Kecurangan berarti apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau bermaksud memperoleh keuntungan tanpa tenaga dan usaha. Tentu cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkannya tidaklah wajar bahkan meskipun orang lain menderita karenanya orang tersebut merasa tenang-tenang saja.
Kecurangan biasanya ditimbulkan karena keserakahan, tamak, rakus pada kekayaan maupun kekuasaan. Rasa tamak pada diri seseorang ibarat sebuah penyakit yang menggerogoti sekujur tubuhnya dan hanya akan berhenti ketika dirinya sudah habis atau mati. Bermula dari hal yang kecil terus berlanjut mengharapkan sesuatu yang lebih besar sampai andaikan dia diberi bumi dan segala isinya dia pasti menginginkan bumi yang lain. Seorang tokoh besar dari india-Mahatma gandhi pernah mengatakan bahwa dunia sesungguhnya cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia namun ia tidak cukup memenuhi satu orang saja yang tamak.
Kecurangan menyebabkan kemerosotan akhlaq pelakunya sehingga membuatnya menjadi hamba nafsu pada kekayaan dan kekuasaan. Pada tingkat kekuasaan, kecurangan yang merajalela bahkan bisa meruntuhkan kerajaan sebesar apapun. Salah satu penyebab runtuhnya imperium romawi adalah perilaku pejabatnya yang korup dan kecurangan yang hebat pada rakyatnya. Sehingga sedikit demi sedikit perlahan namun pasti tenggelam bersama tumpukan harta bendanya dihancurkan oleh kekuasaan yang lain.

F.   PEMULIHAN NAMA BAIK
Menjaga dan melindungi harkat dan martabat seseorang ataupun nama baik merupakan kewajiban umat yang beragama. Karena sebagaimana perintah Allah bahwa darah, harta dan kehormatan kaum muslimin itu wajib dijaga dan dilindungi. Tidak halal seseorang menumpahkan darah ataupun mencemarkan nama baik seseorang tanpa alasan yang sah. Hukumannyapun bukan hanya didunia ini namun diakherat nanti ada pertanggungjawaban yang harus dihadapi.
Sebagaimana peribahasa yang berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” yang berarti bahwa lebih baik mati daripada menanggung malu. Ataupun tradisi “CAROK” dalam masyarakat madura yang menunjukkan bahwa kehormatan atau nama baik sangatlah dijaga. karena itu penjagaan nama baik mutlak diperlukan yang erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan.
Bangsa indonesia memegang teguh adat ketimuran yang menjaga erat kehormatan dan sopan santunnya. Karena itu tingkah laku dan perbuatan harus benar-benar dijaga yang meliputi cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi dan lain-lain. Supaya terjalin hubungan yang harmonis, aman, tenteram, damai didalam masyarakat.
Namun pergaulan manusia tidaklah terlepas dari khilaf atau kesalahan karena itu pemulihan nama baik merupakan kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa perbuatannya tidak sesuai dengan akhlak dan agama.
Pemulihan nama baik harus dilakukan dengan bertaubat dan meminta maaf atau mengembalikan hak orang lain yang diambilnya. Kedua-duanya harus berjalan karena perbuatan yang dilakukannya melanggar aturan Allah dan juga merugikan orang lain. Selain itu dia juga harus merubah hidupnya dengan bertingkah laku yang sopan, ramah dan berbuat baik bagi sesama. Sehingga dengan kebaikan yang dia lakukan bisa menutup kesalahan yang telah lampau.

G.   PEMBALASAN
Pembalasan merupakan suatu reaksi balik atas perbuatan yang dilakukan orang lain. Reaksi itu bisa berupa hal yang positif ataupun negatif.
Pada dasarnya hati nurani manusia berada dalam kebaikan. Karena itu ketika dia mendapat kebaikan dari orang lain maka ia akan membalas dengan kebaikan pula baik yang nilainya setara ataupun yang lebih baik lagi sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah SAW.
Namun ada kalanya hati manusia tertutup kotoran sehingga sehingga dia tidak bisa lagi membedakan antara kebaikan dan keburukan. Karena itulah terkadang kebaikan yang kita berikan malah dibalas keburukan oleh orang lain. Seperti kata pepatah ”Air susu dibalas dengan air tuba”.
Baik atau buruk balasan yang diberikan oleh manusia hendaknya janganlah dijadikan alasan untuk berhenti melakukan kebaikan. Karena balasan yang lebih abadi pasti akan diberi oleh Allah bagi orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan bagi orang lain. Selain itu pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Jika kita berbuat baik niscaya orang lainpun akan membalas dengan kebaikan pula. Seperti kata pepatah ”apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai”.


Tugas IBD Bab6


ILMU BUDAYA DASAR

BAB VI
MANUSIA DAN PENDERITAAN



 


  



NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J







BAB VI MANUSIA DAN PENDERITAAN

A.   PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan adalah keadaan ketika seseorang menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan yang terjadi dari lahir atau batin atau kedua-duanya lahir dan batin. Penderitaan merupakan sunatullah atau ketetapan Allah yang dialami manusia sebagai jalan untuk menguji kadar keimanannya juga sebagai penebus dosa-dosa yang diperbuatnya. Namun tingkat penerimaan seorang manusia terhadap penderitaan berbeda-beda.
Seseorang yang jiwanya ikhlas maka ia akan menyadari bahwa penderitaan dan pengorbanan adalah sesuatu yang pasti untuk mencapai surga yang abadi sehingga dengan mudah ia bisa mengatasi penderitaan tersebut. Orang-orang yang ikhlas meskipun dimata manusia dia kelihatan menderita namun sesungguhnya ia adalah orang yang paling berbahagia karena keikhlasan itu yang menyadarkannya bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah dan kesengsaraannya justru membuatnya semakin dekat dengan Allah. Berbeda dengan orang yang tamak, meskipun ia dikaruniai harta yang cukup, badan yang sehat, istri dan anak-anak yang lengkap. Ia akan tetap merasakan penderitaan hanya karena melihat tetangganya mempunyai sesuatu yang lebih darinya. Ia akan terus mempertanyakan mengapa ia tidak seperti orang lain yang dimatanya terlihat lebih beruntung dan perasaan itulah yang akan terus menyiksanya meskipun ia mendapat sesuatu yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Karena itulah kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati (qonaah) yaitu merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepadanya.
 Manusia cenderung lebih tahan ketika penderitaan itu mengenai fisik mereka dibanding psikis. Seperti kata sebuah lagu ”lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”. Kita sering mendengar tentang kehebatan seorang penderita penyakit yang berjuang melawan penyakitnya. Mereka tidak putus asa, bahkan menjadikan penderitaannya sebagai sumber inspirasi untuk bekarya. Namun kita juga sering mendengar berita seseorang yang bunuh diri hanya karena cinta ditolak, putus cinta atau sakit hati atau juga karena tidak kuat menanggung beban hidup.

B.   SIKSAAN
Penderitaan terkadang timbul karena adanya siksaan baik berupa badan atau jasmani bisa juga berbentuk siksaan jiwa atau rohani.
Tidak selalu kata-kata siksaan itu berkonotasi jelek. Ancaman siksaan terkadang lebih efektif untuk mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. Seperti yang sering ditegaskan dalam Al-Quran bahwa pelaku maksiat akan disiksa dengan azab yang pedih baik didunia maupun diakhirat nanti. Dengan begitu seseorang akan berpikir banyak kali untuk berbuat maksiat dan kejahatan yang mengganggu masyarakat lain. Syariat islam juga menekankan pelaksanaan hukuman yang keras bagi pelaku kejahatan dan maksiat. Seperti hukum hudud, rajam, cambuk yang kesemuanya pasti akan membuat efek jera bagi pelaku dan juga masyarakat tidak akan berani untuk melakukannya. Dengan itulah hukum ditegakkan sehingga pada akhirnya akan membawa kedamaian dalam masyarakat.
Dizaman sekarang ini banyak sekali kita lihat dan kita dengar tentang siksaan seolah-olah pemandangan yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Bentuknyapun semakin beragam dari pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pelecehan seksual, penganiayaan, premanisme bahkan sampai kejahatan lewat internet. Siksaan-siksaan tersebut menimbulkan kebimbangan, kesepian dan ketakutan bagi korban.
Kebimbangan terjadi ketika seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil, orang mana yang akan dipercaya dan sebagainya. Hal ini sering kita dengar ketika pelaku suatu kejahatan adalah kerabat atau bahkan keluarga korban itu sendiri. Kebimbangan akan muncul dalam diri korban apakah ia akan memendam siksaan yang terjadi atau membongkarnya dengan menanggung aib apalagi kepercayaan pada orang-orang yang ia anggap dekat sudah hilang. Dalam sebagian kasus hal ini bisa menimbulkan stres yang berkepanjangan hingga membawa pada kegilaan.
Kesepian merupakan wujud siksaan yang dialami oleh seseorang yang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya meskipun ia dilingkungan yang ramai. Kesepian merupakan penderitaan batin yang bisa memicu berbagai macam siksaan yang lain seperi pesimis, halusinasi bahkan kondisi fisikpun terganggu.
Ketakutan juga merupakan salah satu wujud siksaan batin. Phobia merupakan rasa takut yang berlebih-lebihan. Manusia cenderung mempunyai satu atau lebih phobia yang ringan. Phobia ini terkadang hal-hal yang orang lain anggap biasa. Seperti seorang anak laki-laki yang kuat dan sifatnya keras ternyata takut pada ulat bulu. Seperti juga kesepian, ketakutan juga dapat timbul meskipun lingkungannya ramai.

C.   KEKALUTAN MENTAL
Dalam ilmu psikologi penderitaan batin disebut sebagai kekalutan mental yaitu gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seeorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala kekalutan mental bisa nampak dari jasmani seperti pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung maupun kejiwaannya seperti rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu dan mudah marah. Bila hal ini terjadi maka secepatnya harus ditanggulangi karena seperti halnya penyakit semakin lama ia akan semakin akut atau parah. Pada beberapa kasus bisa menyebabkan kegilaan bahkan yang lebih parah lagi bunuh diri.
        Sebab- sebab kekalutan mental ada bermacam-macam antara lain:
a.     Iman yang lemah sehingga tidak kuat ketika harus menghadapi cobaan hidup yang berat meskipun pada hakekatnya tidaklah cobaan itu diberikan melainkan sesuai kemampuan seseorang.
b.     Kepribadian yang leman akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
c.      Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat.
d.     Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Pada sebagian orang kekalutan mental mendorongnya menjadi lebih dewasa dan berfikir positif tentang hikmah dibalik setiap kejadian. Sehingga dia cenderung menjadi lebih kuat dan lebih ikhlas dalam menyikapi setiap kondisi. Sebagian orang lagi cenderung bersikap negatif ketika dihadapkan dengan trauma yang dialaminya sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkannya.
Bentuk frustasi ada bermacam-macam diantaranya:
1.     kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali.
2.     regresi atau kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan.
3.     fiksasi atau peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap)
4.     proyeksi atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain.
5.     identifikasi atau menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
6.     narsisme yaitu cinta pada diri sendiri yang berlebihan.
7.     autisme yaitu gejala menutup diri secara total dari dunia riil.


D.   PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Merupakan sunatullah bahwa setiap manusia pasti diberi cobaan. Karena itulah manusia harus berusaha harus tetap optimis dalam mengatasi kesulitan hidup. Sebagaimana firman Allah bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha untuk berubah.
Jika dimaknai positif maka penderitaan akan membuat manusia menjadi besar dan berjiwa bijak. Begitu banyak pemimpin yang berhasil memerdekakan rakyatnya setelah melalui berbagai macam penderitaan. Bahkan dalam penderitaan itu mereka terus berusaha dan menghasilkan karya yang luar biasa.
     Pembebasan dari penderitaan merupakan cara manusia untuk meneruskan kelangsungan hidup. Karena pada umumnya kelalaian manusialah yang menjadi sumber malapetaka yang mengakibatkan penderitaan. Bahkan kelalaian satu orang bisa menyebabkan penderitaan pada orang lain. Misalnya kelalaian mengemudi yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan banyak orang terluka bahkan meninggal.
E.   PENDERITAAN, MEDIA MASSA DAN SENIMAN
Kemajuan perkembangan teknologi yang sangat pesat disisi lain bisa menyebabkan manusia lebih dekat pada penderitaan. Zaman dahulu dimana manusia hidup sederhana berdampingan dengan alam, tidak rakus pada dunia dan mengambil manfaat dari alam sekitar secukupnya dan bijaksana. Mereka bisa bersinergi dengan alam dalam menciptakan kehidupan yang harmonis. Sehingga penderitaan yang mereka alami tidak sekomplek sekarang ini. Sering kita lihat dan dengar dimedia massa tentang berbagai macam persoalan hidup. Kemacetan yang semakin parah, ancaman banjir, pencemaran udara, air, lingkungan, bahaya kejahatan yang semakin beragam dan banyak lainnya. Di tataran internasional kita mendengar adanya bahaya perang nuklir, senjata kimia, rudal antar benua yang jika sampai terjadi akan menyebabkan penderitaan dalam jumlah yang tak terbayangkan.
Kondisi diatas membuat seniman yang peka akan lingkungan sekitar mengkomunikasikannya melalui media seni. Supaya manusia bisa memahami, menghayati dan pada akhirnya berusaha untuk mencegah penderitaan supaya tidak terjadi. Seni itu bisa berupa lagu, film, lukisan dan media lainnya.
F.   PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Penderitaan pada hakikatnya merupakan fitrah manusia yang diberikan Allah untuk menguji sejauh mana ketakwaan serta kesabarannya. Sehingga dari penderitaan itu akan muncul manusia-manusia yang tangguh, sabar dan bijaksana dalam tindakan-tindakannya.
Penderitaan timbul karena perbuatan buruk sebagian manusia. Perbuatan buruk itu bisa dilakukan pada sesama manusia seperti perampokan, pembunuhan, menzhalimi hak orang lain, penganiayaan, pemerasan, dll. Bisa juga pada alam sekitar seperti pemanfaatan sumber daya alam secara bebas dengan tidak mengindahkan lingkungan, rakus dalam mengambil hasil hutan, penebangan pohon tanpa adanya perencanaan, dan sebagainya. Tindakan tersebut pada akhirnya menyebabkan penderitaan bukan hanya diri sendiri namun juga orang lain yang terkadang bahkan tidak melakukannya.
Perbuatan buruk itu juga bisa menyebabkan murka dan azab Allah karena penduduknya berbuat sewenang-wenang. Seperti yang terjadi pada masa firaun, kaum sodom, kaum nabi nuh dan masih banyak yang lain. Azab itu dimaksudkan supaya menjadi contoh jangan sampai terulang lagi dimasa sekarang ini dan menjadi pelajaran bagi kaum yang beriman.

G.   PENGARUH PENDERITAAN
Penderitaan menyebabkan setiap manusia harus berfikir mengapa penderitaan tersebut terjadi sehingga membawa dampak psikologis dalam bersikap baik positif maupun sikap negatif. Sikap itulah yang akan membedakan manusia yang benar-benar beriman ataukan manusia yang ingkar pada Allah. Putus asa, kecewa, ingin bunuh diri, menyalahkan takdir Allah merupakan bentuk sikap yang pada dasarnya dia tidak bisa menerima penderitaan itu dan tidak punya kemampuan untuk menghadapinya. Akan tetapi manusia yang benar-benar beriman akan menjadikan penderitaan tersebut sebagai ujian yang harus dihadapi dan diterima sebagai sebuah cobaan hidup. Mereka tidak menjadikan penderitaan tersebut sebagai alasan untuk malas, tidak bergairah untuk melanjutkan hidup dan berprestasi. Namun penderitaan tersebut menjadi bahan bakar penyemangat dalam meraih prestasi.
Sikap positif untuk berjuang melawan penderitaan banyak diekspresikan oleh para seniman dalam berbagai media seni. Sehingga menimbulkan suatu semangat baru bagi pembaca maupun penonton untuk tidak mau kalah dalam berjuang mengatasi segala penderitaan dan melanjutkan kehidupan.




Jumat, 04 Mei 2012

Tugas IBD Bab5

ILMU BUDAYA DASAR

BAB V
MANUSIA DAN KEINDAHAN










NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J




BAB IV MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.   KEINDAHAN
Ada berbagai macam definisi tentang keindahan. Antara lain keindahan pada dasarnya merupakan sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal yang tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada juga pendapat bahwa keindahan merupakan suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat. Yang lainnya menghubungkan keindahan dengan ide kesenangan (pleasure) yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran.
Menurut The Liang Gie, keindahan merupakan salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Sedangkan nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai estetik digolongkan menjadi 2 yaitu nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value) yakni nilai yang besifat sebagai alat bantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Kontemplasi merupakan dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah sedangkan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Kedua faktor inilah yang mendukun g cita rasa seni pada sebuah keindahan. Seorang seniman cenderung dominan selera seni atau faktor kontemplasi sedangkan seorang pengamat lebih dominan faktor ekstansinya karena ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakannya.
 Dunia ini diciptakan oleh Allah dengan cita rasa yang teramat tinggi. Dengan keindahan yang luar biasa yang mampu menggugah manusia untuk mengakui kebesaranNYA. Hal tersebut yang sering kali dijadikan inspirasi oleh seniman untuk menciptakan karya seni mereka. Selain itu ada juga faktor atau motivasi seorang seniman menciptakan keindahan yaitu:
1.     Tata nilai yang usang
2.     Kemerosotan zaman
3.   Penderitaan manusia

B.   RENUNGAN
Renungan merupakan hasil merenung yaitu diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan mendalam. Renungan merupakan salah satu cara untuk menciptakan seni maupun untuk meghasilkan ide.
Ada 3 teori yang melandasinya :
1.     Teori pengungkapan
”Art is an expression of human being” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Hal inilah yang melandasi teori pengungkapan. Seni merupakan pengungkapan dari kesan-kesan yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Leo Tolstoi menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
2.     Teori Metafisik
Teori ini merupakan salah satu tori yang tertua yang berasal dari Plato. Yang menurutnya karya seni merupakan tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara republik yang ideal menurut plato. Ada juga filsuf Arthur Schopenhauer yang menurutnya seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita sejati adalah suatu keinginan yang sementara.
3.     Teori Psikologis
Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya psikoanalisa mengemukakan teori bahwa prose penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedangkan karya seni merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujdkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

C.   KESERASIAN
Keserasian mengandung unsur perpaduan, pertentangan ukuran dan seimbang. Perpaduan bisa menghasilkan keserasian sebagai contoh perpaduan warna pakaian dengan warna kulit atau perpaduan warna pakaian dengan jilbab yang dikenakan. Jika perpaduan itu sesuai maka akan terasa cocok dan membuat orang puas karenanya.
Pertentangan bisa menghasilkan sebuah keserasian misalnya dunia musik, irama yang mengalun hakikatnya merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek dan keras lembut. Keserasian inilah yang menimbulkan keindahan yaitu suatu kumpulan hubungan yang serasi dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan di pengamat. Filsuf inggris Herbert Read merumuskan definisi bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan inderawi kita. Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.
            Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya ada dalam alam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan tesebut lahirlah teori obyektif dan teori subyektif.
            Teori obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetil adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Sedangkan teori subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada. Yang ada hanya perasaam dalan diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata- mata tergantung pada penerapan dari si pengamat itu.
            Selain teori diatas sejak 5 abad sebelum masehi sampai abad 17, bangsa yunani kuno mengenal teori perimbangan tentang keindahan yang dipahami dalam arti yang terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka. Teori ini runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran meihat suatu keindahan yang berbeda-beda.
     

Tugas IBD Bab4


ILMU BUDAYA DASAR

BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH


 
  






NAMA : PUJIATNO
NPM : 15111603
KELAS : 1KA40

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
KAMPUS J









BAB IV MANUSIA DAN CINTA KASIH


A.   PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta merupakan fitrah atau perasaan yang dikarunaikan oleh Allah SWT pada setiap makhluk yang bernyawa. Menurut kamus umum BI karya W.J.S Poerwadarminta cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang atau rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya pada sesuatu.
Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Sehingga arti cinta dan kasih itu mempunyai kesamaan. Cinta kasih merupakan perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Perasaan cinta ini harus disertai dengan tanggung jawab kepada sang pemberi cinta yaitu Allah SWT. Dengan jalan membingkai cinta dalam kerangka syariat untuk bisa membedakannya dengan makhluk hidup yang lain. Contohnya cinta kepada sang kekasih harus dibingkai dalam kerangka pernikahan supaya ia bisa mempertanggungjawabkannya secara benar bukan seperti pemahaman liberal yang menghalalkan hubungan seksual secara bebas atas dasar cinta. Dan hal inilah yang membedakan manusia dengan binatang, karena ketika mereka menyukai/mencintai sesuatu maka tidak ada batasan atau rambu-rambu yang mengikat mereka.
Hikmah diberikannya cinta bagi makhluk hidup sangatlah besar, diantaranya adalah:
1.     Cinta merupakan ujian yang berat dan pahit karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.     Cinta yang ada dalam jiwa manusia adalah pendorong dan pembangkit yang paling besar agirah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakannya.
3.     Cinta merupakan faktor utama didalam kelangsungan hidup umat manusia.
4.     Cinta merupakan sarana untuk mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan disalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
5.     Fenomena cinta merupakan pengikat paling kuat didalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan masyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan disegala penjuru bumi.


B.   CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Cinta merupakan anugerah dari Allah SWT, hal ini bisa kita ketahui dari kitab suci Al-Quran yang menyebutkan berbagai macam bentuk cinta.
à Cinta diri
Manusia pada dasarnya mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Seperti hidup, mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasi diri. Sebagaimana ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya bagi dirinya.
Seperti yang dijelaskan dalam Surah Fushilat ayat 49 bahwa kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus-menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan lainnya. Namun apabial ia tertimpa musibah bencana, keburukan atau kemiskinan ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa memperoleh karunia lagi.
à Cinta kepada sesama manusia
Didalam Al-Qur’an banyak disebutkan pentingnya cinta kepada sesama manusia. Antara lain dengan berbuat baik terhadap tetangga, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang fakir dan miskin, saling menasehati dalam kebaikan dan sebagainya. Fakir miskin dan anak-anak yatim mendapat prioritas lebih utama karena kebutuhan mereka akan materi dan kasih sayang lebih banyak. Selain itu berbuat baik terhadap tetangga sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW dengan menyebutkan keutamaan mereka secara berulang-ulang bahkan sampai para sahabat RA mengira bahwa para tetangga berhak mendapat harta warisan. Cinta kepada sesama manusia membawa efek yang besar bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan tenteram.
à Cinta Seksual
Cinta jenis ini khusus antara suami isteri yang telah melangsungkan pernikahan. Islam menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. Supaya lewat ikatan yang kuatlah dorongan seksual bisa tersalurkan sehingga membentuk sebuah keluarga. Yang dari keluarga inilah masyarakat dan bangsa terbentuk untuk memakmurkan bumi. Sek bebas, homo merupakan penyimpangan dalam cinta seksual karena menyebabkan berbagai macam penyakit sosial dan juga akan mengganggu keberlangsungan hidup umat manusia. Untuk itulah perlu usaha-usaha yang nyata menanggulanginya.
à Cinta Orang Tua
Anak merupakan hasil hubungan seorang ayah dan ibu karena itu sang anak mewarisi gen dari orangtua mereka. Hal inilah yang mendorong kecintaan orang tua kepada anaknya dan sebaliknya. Namun seorang ibu mempunyai perasaan dan jiwa yang lebih peka dan juga emosional yang tinggi dibanding bapak, hal ini menyebabkan kecintaan seorang ibu terhadap anaknya lebih bersifat emosional dibanding seorang bapak yang lebih bersifat rasional. Cinta orangtua nampak dalam perhatian mereka terhadap anak-anaknya untuk selalu berusaha memberi yang terbaik demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
à Cinta kepada Allah SWT
Dalam islam bentuk cinta ini adalah bentuk cinta yang tertinggi yang merupakan puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual. Cinta ini terwujud dalam pengakuan sebagai hambaNYA yang lemah tidak berdaya tanpa bantuanNYA. Terangkai dalam sholat, doa, serta ibadah yang disyariatkan olehNYA. Serta pemenuhan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan yang telah diperintahkanNYA. Cinta ini sejatinya akan membawa efek yang luas dalam kehidupan karena cinta yang ikhlas kepada Allah SWT akan menjadi pendorong untuk selalu berbuat kebaikan serta menolak kemungkaran dimanapun berada dalam rangka merealisasikan kewajibannya menjadi khalifah yang memakmurkan bumi.
à Cinta kepada Rasul
Rasulullah merupakan manusia yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah atau syariatNYA. Oleh karenanya akhlaq dan perilaku Rasulullah merupakan cerminan dari ajaran yang dibawanya yaitu ISLAM sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Rasulullah SAW merupakan contoh yang sempurna bagi manusia dalam hal tingkah laku, moral, kemanusiaan, serta sifat-sifat luhur lainnya. Yang dengannya dakwah islam bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia dan meneranginya dengan cahaya petunjuk.

C.   KASIH SAYANG
Kasih sayang merupakan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Setiap manusia membutuhkan kasih sayang, semenjak masih dikandungan hingga setelah meninggalnya. Bahkan Umar Bin Khattab RA mengajarkan bahwa tanggung jawab yang merupakan unsur dari kasih sayang harus dimulai sebelum seorang anak lahir ke dunia. Yaitu dengan memilih calon ibu/bapak yang baik bagi calon anak-anaknya. Kasih sayang juga merupakan kunci kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Anak yang dididik dalam suasana keluarga yang hangat akan tumbuh menjadi anak yang baik, bertanggung jawab serta mencintai kebaikan.
Kasih sayang haruslah diberikan dalam proporsi yang seimbang sehingga tidak menjadikan seorang anak manja. Kasih sayang harus disertai dengan tanggung jawab, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga menghasilkan sebuah keluarga yang kuat dan berkualitas. keluarga seperti inilah yang akan mampu membendung berbagai macam kenakalan remaja, seperti narkoba, tawuran, minuman keras dan lainnya. Dalam hal ini peran orang tua maupun anak haruslah sama-sama aktif untuk menjadikan suasana dirumah seperti disurga (Baiti wal jannati).
Dalam karya sastra banyak diungkapkan tentang kasih sayang . Contohnya sajak ”Surat Dari Ibu” yang dibuat oleh Asrul Sani yang mengungkapkan tentang tulusnya kasih sayang seorang ibu. Dalam novel ”Salah Asuhan” karya Abdul Muis juga diceritakan tentang kasih sayang yang berlebihan yang membuat anak menjadi durhaka.

D.   KEMESRAAN
Kemesraan merupakan perwujudan nyata dari kasih sayang yang mendalam yang merupakan perwujudan dari cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Sehingga mampu menciptakan berbagai macam bentuk seni. Seperti puisi, novel, seni tari dll. Pada dasarnya setiap manusia diberkahi dengan cinta hanya saja tidak semuanya bisa mengungkapkannya dalam bentuk seni sehingga kemesraan mereka tercurah dalam bentuk lain. Kemesraan mereka terkadang hanya diketahui oleh pasangannya yang begitu detail bisa melihat perubahan hati dan fisik.
Tari ”Gatotkaca Gandrung” dari Jawa Tengah, tari merak dari jawa timur merupakan bentuk seni untuk mengungkapkan kemesraan yang mendalam.

E.   PEMUJAAN
Ibadah merupakan suatu bentuk pemujaan sebagai manifestasi cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bentuknya bisa dalam ibadah ritual seperti sholat, zakat, haji maupun ibadah lisan melalui dzikir. Pemujaan kepada Allah SWT merupakan sebab diciptakannya manusia selain sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi. Karena itu dalam keseharian kita harus senantiasa dilandasi niat untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dalam pemujaan atau ibadah yang dilakukan sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT melalui doa. Contohnya ketika kita sholat, bacaan-bacaan yang kita lafazhkan merupakan puji-pujian kepada Dzat Yang Maha Kekal yang senantiasa mendengarkan keluh kesah kita dan yang Maha Mengabulkan Doa. Dalam sholat, saat terdekat kita dengan Allah SWT adalah saat sujud. Ketika dahi menyentuh tanah maka sesungguhnya itulah puncak ketundukan kita akan hakikat kekuasaan Allah SWT dan kelemahan kita sebagai manusia.
Dalam seni prosa kita mengenal seorang ulama sekaligus sastrawan yang menuangkan kecintaannya dalam bentuk roman yaitu ”Di Bawah Lindungan Ka’bah” karya Buya Hamka.
                Di zaman yang modern ini bentuk pemujaan semakin beragam. Pemujaan yang seharusnya tertuju hanya kepada Allah SWT sedikit demi sedikit terkikis dengan pemujaan kepada seorang idola, artis, hobi, dan sebagainya. Mereka mencintai seorang idola, artis maupun hobi melebihi kecintaan mereka kepada Allah SWT. Sehingga tekadang hati mereka buta akan fenomena keburukan yang ada pada artis pujaannya. Mereka rela melakukan apapun untuk bisa bertemu, mendapatkan tanda tangan atau apa saja tentang idolanya. Bahkan membela ketika idolanya melakukan maksiat.

F. BELAS KASIHAN
                Belas kasihan merupakan cinta kepada sesama yang cenderung disebabkan oleh penderitaannya. Hal inilah yang membedakannya dengan cinta kepada Tuhan ataupun cinta kepada keluarga.
                Setiap manusia sesungguhnya mempunyai sifat belas kasihan, bahkan seorang penjahat sekalipun. Hanya saja terkadang ada kebutuhan lain yang mendominasi atau kondisi terdesak sehingga sifat itu tertutupi. Allah SWT memuji orang yang menaruh belas kasihan kepada orang lain karena itulah tanda orang yang berakhlak baik. Didalam belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih ia datang benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Karena itulah sebagaimana sifat manusia yang serba kekurangan maka sifat belas kasihan sangat diperlukan demi keharmonisan antar manusia.
                Saat ini dengan kondisi dimana materialisme dan individualisme sangat tinggi, hampir-hampir manusia kehilangan rasa belas kasihan ini. Kita lihat dan kita dengar dari media komunikasi banyak terjadi hal-hal yang sepele bisa memicu tindakan yang tidak rasional. Begitu banyak kejahatan yang sebetulnya bisa dicegah hanya dengan sedikit empati sehingga timbul rasa belas kasihan yang pada akhirnya akan mencegah terjadinya kejahatan. Sudah saatnya manusia menyadari bahwa dengan mengasihani orang lain pada hakekatnya mengasihani diri sendiri sebagaimana pepatah ”apa yang kita tanam, itulah yang kita tunai”.

F.   CINTA KASIH EROTIS
Berbeda dengan cinta kasih karena persaudaraan cinta kasih erotis merupakan kehausan akan penyatuan yang sempurna baik fisik maupun psikologi. Cinta kasih ini seharusnya timbul setelah adanya ikatan yaitu pernikahan yang salah satu fungsinya untuk melangsungkan keturunan hidup umat manusia.
Hubungan psikis tidak dilandasi oleh cinta kasih maka ia hanya akan membawa kepada penyatuan yang bersifat orgiatis (pesta pora), sementara dan tidak bertanggung jawab. Hubungan seperti ini merupakan akibat khayalan penyatuan yang disebabkan oleh daya tarik seksual. Namun sejatinya hal ini hanya bersifat semu, ketika gejolak nafsu mereda maka terkadang timbul rasa malu diantara mereka bahkan bisa menimbulkan rasa benci yang satu terhadap yang lain.
            Didalam bingkai sebuah pernikahan, cinta kasih erotis bisa berkembang menjadi sebuah ikatan yang kuat dimana seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Karena itulah cinta kasih seperti ini tidak bisa dipaksakan karena setiap manusia mempunyai perasaan sendiri-sendiri yang berbeda-beda. Sekarang sudah bukan zamannya siti nurbaya namun juga bukan berarti kebebasan yang sebebas-bebasnya sehingga cinta kasih ini akan menemukan muaranya.